Kethoprak Lanang Kabeh Tampilkan Lakon ‘Jaka Tarub’, Bagaimana Peran Bidadari?

Poster promo pergelaran Kethoprak Lanang Kabeh. (Foto: Istimewa)

bernasnews – Bagi pengemar cerita dan sastra Jawa tentu sudah tidak asing lagi dengan sebuah cerita ‘Jaka Tarub’, yang menceritakan seorang pemuda desa yang beristrikan bidadari bernama Nawangwulan. Mendapatkan istri bermula dari mencuri busana kala sang bidadari mandi bersama saudara-saudaranya di sebuah telaga yang ada di tengah hutan.

Kisah epik ‘Jaka Tarub’ ini, selain banyak diproduksi dalam bentuk tulisan maupun gambar dalam bentuk komik atau cerita bergambar. Juga sering dipentaskan dalam bentuk drama, sendra tari, serta kethoprak. Rasanya tak pernah bosan untuk berulang membaca dan melihat pementasan cerita Jaka Tarub, terutama dalam bentuk pergelaran kethoprak.

Namun apa jadinya jika lakon ‘Jaka Tarub’ dimainkan oleh sebuah grup Kethoprak Lanang Kabeh, yang pemainnya terdiri bapak-bapak warga Kalangan RT 19 Kalangan Baru, Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantu. Kethoprak Lanang Kabeh akan ikut unjuk kebolehan dalam Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), di Panggung Taman Kuliner Condongcatur, Minggu, 25 September, Pukul 20:00 WIB.

“Paguyuban Kethoprak Bapak-bapak RT 19 adalah sebuah wadah berekspresi, aktualisasi serta refreshing untuk menyalurkan rasa cinta pada budaya Jawa, di sela-sela tuntutan pekerjaan. Berawal dari obrolan sederhana, lahirlah komunitas ini pada medio 2018 tetapi pentas pertama kali baru pada perayaan 17an Agustus 2019,” jelas Ari Sulistyo selaku Penulis Skenario dan Sutradara, kepada bernasnews, Jumat (23/9/2022).

Suasana ruang rias sebelum pementasan pada acara Agustusan 2022 lalu. (Foto: Istimewa)

Dikatakan, dalam setiap pergelaran bukan berarti tidak ada karakter wanita dalam cerita yang diangkat, tapi karakter atau tokoh wania tersebut diperankan oleh laki-laki. Selain seluruh pemeran laki-laki, bahasa yang digunakan pun juga bukan bahasa khas kethoprak yaitu bahasa Jawa ngoko dan kromo tetapi campuran dengan bahasa Indoensia.

“Hal ini mengingat para pemain tidak semua berasal dari Jawa. Salah satunya ada pak Kadek dari Bali yang ikut bermain dengan sangat antusias walau bahasa Jawanya terbatas. Meski demikian, lakon yang diambil tetap merujuk pada lakon kethoprak pada umumnya,” beber Ari Sulistyo.

Pada pentas perdana, lanjut Ari, paguyuban ini mengangkat cerita ‘Ande-Ande Lumut’ dan pada pentas Agustusan 2022 kemarin, lakon ‘Jaka Tarub’ dipilih dan akan dipentaskan ulang dalam pegelaran FKY besuk Minggu (25/9) malam.

“Jika Anda menonton penampilan mereka, siapkan diri untuk tertawa dengan segala kelucuan dan proses kreatifnya. Itu karena pentas mereka berbasis komedi, kreatif, serta mengangkat cerita-cerita Kethoprak dengan modifikasi menyesuaikan situasi dan kondisi,” ujar dia.

Lakon Jaka Tarub oleh grup Kethoprak Lanang Kabeh adalah pentas kethoprak humor bernuansa komedi, dengan tujuan menghibur dan menyelipkan nilai-nilai moral di dalamnya. Jika Anda berharap akan menyaksikan pentas kethoprak klasik lengkap dengan iringan gamelan langsung dan durasi berjam-jam, tentu harapan itu tidak terwujud. Tentu bikin penasaran bukan? (ted)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *