News  

Program WKM, Cara Mudah dan Menyenangkan Berwisata Ke Museum

Monumen Jogja Kembali (Monjali) dengan arsitektur unik berupa sebuah tumpeng sebagai tujuan program WKM oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, berlokasi di Jalan Ringroad Utara, Sleman. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Keberadaan museum oleh masyarakat masih dipercaya sebagai pusat pengetahuan dan tujuan wisata yang edukatif. Museum bahkan dianggap sebagai tempat untuk mengembangkan kebudayaan itu sendiri.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah yang mempunyai museum terbanyak kedua di Indonesia. Ada sekitar 40 lebih museum yang tersebar di Kota/ Kabupaten di DIY, tentunya potensi ini harus dimanfaatkan sebagai pengalaman rekreasi yang bersifat edukatif bagi masyarakat.

Sementara masyarakat juga berhak untuk mendapatkan informasi yang lebih terkait dengan sejarah, perjuangan, budaya serta pendidikan yang dapat diperoleh di museum yang ada di DIY. Museum pun dapat dikatakan mampu menjalankan fungsinya apabila sudah dikunjungi masyarakat.

Oleh sebab itu Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menyelenggarakan program Wajib Kunjung Museum (WKM), merupakan program fasilitasi publik yang represntatif sebagai jawaban atas kendala masyarakat untuk berkunjung ke museum.

Melalui program yang didanai dengan Dana Keistimewaan (Danais) ini, masyarakat yang terkendala oleh masalah akses ke museum dapat terpenuhi. Kunjungan ke museum yang dulu dianggapnya sulit, melalui program WKM ini menjadi mudah dan menyenangkan.

Puluhan peserta program Wajib Kunjung Museum (WKM) dari komunitas Pawitikra’79 foto bersama di depan Museum TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Sudirman, Yogyakarta, Rabu (21/9/2022). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

“Ide dan gagasan WKM ini oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada tahun 2013, saat berkunjung di sebuah sekolahan di Gunungkidul. Sultan menanyakan kepada kepala sekolah apakah siswanya pernah diajak berkunjung ke museum? Oleh kepala sekolah dijawabnya belum karena persoalan pendanaan,” terang Rachma selaku Admin Pendaftar WKM kepada bernasnews, Rabu (21/4/2022).

Dikatakan, program WKM yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY ada 2 macam yaitu, program reguler dan mandiri. Untuk program reguler dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan Kamis, fasilitas transportasi bus kapasitas 24 tempat duduk, sejumlah 3 armada, tiket museum, dan konsumsi.

“Sedangkan program mandiri hanya tiket (voucher) dan konsumsi. Bagi yang ingin mengikuti WKM harus mendaftar dengan mengajukan surat permohonan atau proposal ke Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, untuk masyarakat umum hanya sampai akhir tahun 2022 ini. Sebab tahun depan WKM akan dikembalikan diperuntukan untuk program sekolahan,” kata Rachma.

Berdasar pengamatan bernasnews, pelaksanaan WKM pada hari Rabu (21/9/2022), yang diikuti oleh lebih dari 60 peserta yang terbagi dalam 3 bus, terdiri dari 2 kelompok komunitas yakni, Pawitikra’79 yang merupakan komunitas alumni SMP Negeri 5 Yogyakarta, lulusan tahun 1979, serta kelompok guru-guru.

Seluruh peserta WKM tampak antusias dan semangat mengikuti perjalanan dengan rute start/ finish Halaman Kantor Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Jalan Cendana, Kusumanegara, menuju Museum TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Sudirman, dan Museum Jogja Kembali (Monjali) Jalan Ringroad Utara, Sleman, DIY.

Meskipun kedua museum itu bisa dikatakan hampir serupa berisi pernak-pernik sejarah perjuangan dan peralatan perang (Alutsista) masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Namun antara Museum TNI AD dan Monjali masing-masing mempunyai daya tarik dan keunikan tersendiri, yang tentunya akan menjadi kesan dan menambah pengetahuan bagi pengunjung. (ted)

Leave a Reply

Your email address will not be published.