Berdoa di Sanctuary Fatima, Tempat Penampakan Maria ke Anak Gembala

Dokter Asdi Yudiono dan Yovita Setyaningsih di depan istana National Royal Palace, Madrid. (Foto : Kiriman Asdi Yudiono).

bernasnews – Setelah menikmati keindahan Barcelona di Spanyol selama beberapa hari, perjalanan wisata kami lanjutkan ke Lisbon, Portugal, Jumat (16/9/2022). Denganpesawat bernomor VY8460, perjalanan udara ditempuhsekitar satu jam.

​Lisbon adalah ejaan dalam Bahasa Inggris, sedangkan di negara setempat ejaan yang dipakai adalah Lisboa. Lisbon sebagai ibukota Portugal, memiliki penduduk sekitar 2,5 jutajiwa. Jumlah ini kira-kira sepertiga penduduk Portugal. Lisboaterletak di tepi utara Sungai Tagus.

​Tepat pukul 09.00 waktu Portugal (selisih enam jam dengan WIB, dan satu jam dengan Spanyol), driver bus Mr.Richard membawa kami ke kota ziarah Fatima kira-kiradua jam perjalanan. Pukul 11.00 kami tiba di Sanctuary of Our Lady of the Rosary. Lautan manusia terlihat berjejeruntuk berdoa, serta membakar kertas ujub doa permohonandan berdoa rosario di gereja itu.

​Beruntunglah kami pasangan (Asdi Yudiono dan YovitaSetyaningsih) yang dapat duduk di kursi depan Patung BundaMaria berkat kemurahan Tuhan Yang Maha Pengasih. Kami berdoa rosario secara khusuk. Isteri saya secara pribadi masihmelanjutkan lagi. Tiga anak gembala yang memperoleh pesandan penampakan Bunda Maria saat itu adalah Lucia, Fransiscp dan Jacinta..

Pukul 12.00 rombongan berkumpul kembali untukmelanjutkan perjalanan. Setengah jam kemudian, kami santapsiang di Chinesse Food Si Hal, masih seputaran GerejaFatima. Woow, betapa lahapnya kami menyantap lunch di setiap Chinesse Food masing-masing kota yang kami singgahi.

Pukul 14.00 kami menuju Kota Sintra yang akanditempuh sekitar dua jam dari Fatima. Ahirnya kami tiba di Kerajaan Portugis, Kota Sintra. Kami menyusuri ke bagiandalam kerajaan tersebut. Banyak sisa peninggalan kerajaanRaja Carlos atau Palacio Nacional de Pena sampai denganImmanuel serta revolusi yang menjadikan negara ini republik.

Hubungan baik dengan negara-negara seperti Inggris, Brazil, Spanyol, dan lain-lain banyak menyisakan kenang-kenangan yang mewah. Kami dipandu oleh local guide Miss Emmanueala yang menjelaskan obyek wisata secara detil. Lokasi kerajaan ini berada di atas perbukitan, sehingga bus kami harus estafet dengan bus ukuran tanggung agar kuatjalan menanjak sekitar 5 km.

Makan malam di Lisboa hari Sabtu (17/9) menikmatisajian masakan lokal berjenis sup, ayam panggang dan coctail. Tidak ada yang istimewa, namun semuanya habis karenakelaparan sepanjang hari berpetualang bersama panas terikdan perjalanan dalam bus.

Sabtu malam itu kami packaging lagi untuk persiapanhari Minggu (18/9) pergi ke Madrid yang akan ditempuhdengan bus selama delapan jam (603 km).

Hari terakhir di Lisboa, kami bangun pukul 06.30. Masih gelap dan udara sejuk di sekitar 20 derajat. Cinta dalamkebersamaan terungkap dalam gambar yang beraneka warna, video, dan huruf yang menari-nari dalam catatan setiapmomen kami. Selain itu, satu hal kekinian yang menjadifenomenal kehidupan modern yakni konten dalam Instagram, Tik Tok dan sebagainya. Hal ini ternyata merupakan suplemenyang menambah kehidupan berkeluarga bagi suami isteri. Karya itu berolah inovasi yang menyempurnakan cinta kami,28 tahun perkawinan di bulan November 2022.

Istana cantik di atas pegunungan Sintra

Sarapan alias breakfast di Marriot Hotel kami nikmatidengan sepenuh hati. Duty Manager Restaurant Mr Abraham menyapa kami dengan ramah tentang pelayanan dan cita rasa makanan yang tersaji. Kami angkat jempol untuk semuanyadan memang hotel ini berkelas bintang 5. Kami sempat ambil gambar bersama sebagai kenang-kenangan hari terakhir di Lisboa.

Bom Dia atau selamat pagi, dan Adeus atau sayonara, good bye, kami sudah berada di dalam bus dengan coach Mr Caesar menuju ke Madrid yang akan ditempuh dalam 8 jam.

Kami melewati jembatan merah sepanjang 2 – 3 km yang membentang di atas Sungai Tagus. Menurut sopir bus, jembatan itu dibuat untuk memperingati Presiden Diktator Salazar tahun 1964 dan 10 tahun kemudian diabadikansebagai innagurasi kemenangan Revolusioner Rakyat Portugal.

Minggu (18/9) pukul 20.30 kami tiba di Madrid, ibukotaSpanyol. Makan malam di Chinesse Food La Zambo. Nikmatsekali kami menikmati makan malam ini, sebagai penghantartidur di Madrid kali ini. Pada tahun 2019 di bulan yang samakami juga berkunjung ke Madrid, Toledo, Andoma dan Barcelona pula. Tidak ada cerita menarik lainnya di sepanjangperjalanan jauh antarnegara yang kami tempuh 603 km selama10 jam.

Senin (19/9) pagi adalah acara city tour denganmengunjungi National Royal Palace dan sekitarnya banyaktaman hijau dan patung. Setelah berfoto ria, kami masuk kedalam Istana Raja yang konon kabarnya kini hanya dipakaiuntuk acara seremonial kenegaraan atau acara keluarga Raja.

Karena begitu megah dan besarnya bangunan indahdengan ratusan ruangan, sehingga biaya operasionalnyatinggi. Maka sejak beberapa puluh tahun yang lalu, keluargaraja justru tinggal di kota dengan istana yang tidak begitubesar.

​Selepas dari mengagumi Kerajaan Spanyol, kami berbelanja di daerah pusat perbelanjaan yang kami jangkaudengan berjalan kaki dan makan di resto Thailand. (dr. AsdiYudiono, Penanggung Jawab Klinik Intan Yogyakarta dan mitra bernasnews Digital Academy).

Leave a Reply

Your email address will not be published.